Pencernaan Kunci Utama Kesehatan

Belakangan ini banyak teman ODG (Orang Dengan Gerd) yang menghubungi saya dengan keluhan merasakan kembali berbagai sensasi tidak nyaman ditubuhnya. Ada yang akhirnya jadi ragu dengan terapi yang mereka jalani, ada yang takut apakah perbaikan memang ada atau hanya ilusi saja. Sebagiannya benar benar hopeless, tidak tau harus bagaimana lagi karena usaha yang dia lakukan terasa tidak memberi efek, hanya jalan ditempat dan bahkan terasa mundur perbaikannya.

Setelah saya konfirmasi lagi apa saja yang dilakukan dalam terapinya, lalu saya gali lebih mendalam kesadaran batinnya, saya menemukan banyak dari mereka belum bisa menghandle keyakinannya, belum paham betul dengan karakteristik penyakit Gerd. Selain itu juga menemukan ada beberapa kesalahan dalam menjalankan terapi pola makannya.

               ***

Terkait dengan keyakinan, masih banyak penderita gerd yang belum yakin bahwa merubah pola makan (bi idznillah) akan menyehatkan dirinya, akan membuat gerd minggat dari hidupnya. Sebagiannya masih berpikir penyakit ini muncul dari stress yang dia alami, terjadi karena pola pikirnya yang buruk selama ini.

Laahh kok dikambinghitamkan lagi stress nya…berubah lagi dong mindsetnya, ini jelas akan memperlama penyembuhan.

Jadi saya harus meyakinkan kembali bahwa penyakit ini bener bener terkait pencernaan kok, pencernaan yang buruk berakibat pada kondisi pikiran dan perasaan yang buruk juga. Jika pencernaan baik, maka anda tidak akan gampang stress dan lebih tenang secara holistik.

Ternyata perkara pencernaan bukanlah hal yang sederhana dalam Islam. Pencernaan kita sangat mempengaruhi pikiran dan perasaan kita, bahkan jiwa spiritual kita. Pencernaan yang sehat membuat kita gampang khusyuk, lebih mudah mengendalikan emosi, gampang bahagia, pikiran jadi lebih fokus dan jernih, tidak banyak lintasan tanya jawab sendiri di otak yang sering bikin gaduh dan ruwet dipikiran seperti saat pencernaan sedang buruk/tidak sehat.

Syariat Islam sangat sempurna saat menjelaskan secara holistik tentang kesehatan jiwa. Di tanah jawa, kita mengenal langgam puji pujian “Tombo ati” (obat hati). Ada 5 perkara dalam tombo ati ini, salah satunya adalah “weteng siro ngelehono” (perut anda dilaparkan = sering puasa)

Karena itulah orang yang sering puasa, terbiasa merutinkan rasa lapar, akan bisa merasakan EGO nya melemah dan hatinya menjadi lebih lembut. Ego yang melemah dan hati yang mulai melembut, akan memudahkan jiwa untuk menerima cahayaNya, dan memudahkan Allah menanamkan akhlak-akhlak mulia di dalam diri. Ibarat menanam bibit pohon, lebih mudah di tanah yang sudah lembut digemburkan.

Imam Asy-Syafi’i rahimahullah berkata,
‎لان الشبع يثقل البدن، ويقسي القلب، ويزيل الفطنة، ويجلب النوم، ويضعف عن العبادة
“Karena kekenyangan (memuaskan nafsu perut dan mulut) membuat badan menjadi berat, hati menjadi keras, menghilangkan kecerdasan, membuat sering tidur dan lemah untuk beribadah.”

Betapa banyak contoh dari Rosulullah untuk menjaga kesehatan pencernaan ini karena terkait secara langsung dengan kesehatan JIWA KITA.

Rosulullah menasehatkan untuk makan saat lapar dan berhenti sebelum kenyang.
“Kami adalah orang-orang yang tidak makan, kecuali setelah lapar, dan bila makan, kami tidak sampai kenyang.” (H.R. Abu Dawud)

Beliau juga menasehatkan untuk makan sekedarnya saja agar bisa menegakkan tulang belakang (makan dengan kesadaran secukupnya, tidak berlebihan).
“Tidaklah anak cucu Adam mengisi wadah yang lebih buruk dari perutnya. Sebenarnya beberapa suap saja sudah cukup untuk menegakkan tulang rusuknya. Kalau toh dia harus mengisinya, maka sepertiga untuk makanan, sepertiga untuk minuman, dan sepertiga lagi untuk bernapas.” (H.R. Turmudzi, Ibnu Majah, dan Muslim).

Jika mendapati pagi hari tidak ada makanan maka beliau berpuasa hari itu. Rosulullah pernah sholat dengan perut diganjal batu karena berhari hari tidak makan.

Dalam hadist lain Bunda Aisyah pernah menyampaikan bahwa selama 8 pekan dirumah beliau tidak ada api, beliau hanya minum air putih dan makan kurma, kadang makan acar (makanan fermentasi dari sayuran).

Beliau menganjurkan untuk banyak mengonsumsi buah-buahan. Rosulullah bersabda, “Rumah tanpa kurma bagai rumah tanpa makanan.’’ Diriwayatkan pula bahwa Nabi menyantap mentimun dengan kurma matang. (HR Abu Dawud).

Zakat fitri beliau adalah kurma, artinya makanan utama beliau adalah kurma. Gandum, daging, susu dan lainnya adalah makanan rekreasional yang tidak sering beliau makan. Itu semua adalah sunnah-sunnah beliau dalam hal makan yang kalau kita praktekkan insyaAllah akan menambah lembut jiwa kita.

Dan akan sangat powerfull bagi pertumbuhan jiwa kita sebagai insan beriman jika 4 perkara lainnya (minimal) juga kita lakukan dengan baik, seperti membaca Al Quran dengan maknanya (mentadaburinya), sholat malam, dzikir panjang yang khusyuk dan senantiasa berkumpul bersama orang-orang sholeh.

Ego yang sudah merendah dan hati yang sudah melembut dan tembus kepada Allah akan menjadikan diri menjadi pribadi-pribadi berakhlakul karimah. Kesadaran batin ini akan menarik berbagai hal yang sefrekuensi untuk hadir dalam realitas kehidupan sebagai sebuah hukum sunnatullah. “Aku sebagaimana persangkaan hambaKu kepadaKu”.
Sehingga memudahkan rejeki, kebahagiaan, dan kebaikan-kebaikan hidup yang memiliki vibrasi sama ikut tertarik, menyambung dan hadir dalam kehidupan kita.

Wallahu a’lam

                 ***

Lalu Terkait pola makannya, Saya berpendapat bahwa pada saat sakit, kita tidak bisa hanya mengandalkan pola makan yang standar saja, akan terlalu lama perbaikannya, terutama pada para ODG yang sudah berat sakitnya, yang tentunya membutuhkan waktu lama untuk bisa sembuh total.

Penggunaan pola makan dg porsi rawfood standart mungkin baru bisa dilakukan setelah tubuh sudah terasa betul perbaikannya. Namun jika dalam keadaan masih sakit berat mestinya kita mengkonsumsi rawfood lebih banyak lagi, dengan diet yang lebih ketat lagi, lebih memberdayakan, dengan porsi makanan kaya enzim yang jauh lebih banyak. Mirip food terapi memang, namun basisnya hanya penggunaan buah dan sayuran yang banyak.

Dari apa yang pernah saya baca dan praktekkan, terapi gerson adalah protokol pola makan yang paling ketat (diet ketat sodium dan lemak) dan paling berat dijalani karena harus konsumsi jus buah dan sayur yang banyak (sekitar 13 gelas jus sehari) namun InsyaAllah ini adalah pola makan yang paling cepat memberikan perbaikan pada tubuh.

Saya mengamati pada teman teman penderita gerd yang sudah tahunan melakukan pola makan sehat namun belum bisa sembuh total, kesalahan paling besar adalah konsumsi jus yg sangat kurang. Tentu ini menjadi penghambat saat menuju perbaikan total. Mestinya konsumsi harian makanan mentah sebanyak 80%, dan sebaiknya dalam bentuk jus agar lebih mudah diserap oleh usus yang masih sakit.

Ada kaidah penting yang harus bener bener dipahami : tubuh yang sakit berarti kehabisan enzym, maka cara memperbaiki paling cepat adalah dengan mengkonsumsi makanan kaya enzym sebanyak mungkin, mengejar ketertinggaln enzym di tubuh kita.

Kelemahan lain teman teman ODG yang menjalankan terapi pola makan sehat adalah kurang memahami konsep dengan baik (biasanya karena tidak dipelajari dengan sungguh-sungguh ilmunya) sehingga pada akhirnya disaat menghadapi situasi yang tidak ada pada juklak kebingungan mencari solusinya. Padahal kalau paham konsep dan karakter penyakit gerd, jika mengalami situasi yang membingungkan tinggal kembali ke konsep lagi, lalu dikoreksi kesalahannya secara mandiri.

Kelemahan pemahaman ini berakibat menjadi kurang yakin saat menjalankan pola makannya. Banyak melakukan kesalahan yang tidak perlu, kesalahan kecil yang berefek besar dll, yang terus terakumulasi setiap hari dan meledak menjadi beragam sensasi pada akhirnya.

Akhirnya menyalahkan pola makannya, menganggap terapi yang dilakukan tidak cocok, karena tidak memberi manfaat perbaikan yang signifikan setelah bertahun tahun menjalankannya.

Sedihnya lagi beberapa dari mereka yang bertahun tahun belum paham dan sebenarnya hanya “merasa” melakukan pola makan sehat ini, akhirnya menjadi makanan empuk para pedagang herbal dan obat obatan atau berbagai jenis terapi kesehatan alternatif mahal yang menawarkan sehat secara instan.

Jadi mutlak bagi teman teman ODG yang menjalani terapi dengan polmak sehat harus memiliki sikap mental :

  • Pembelajar
  • Disiplin tinggi
  • Mandiri
    Agar tidak bergantung kepada orang lain dan menelan mentah-mentah advice dari oranglain meski praktisi kesehatan sekalipun, namun memiliki kemampuan filter dan problem solving sendiri berdasarkan pemahaman dan pengalaman saat observasi terhadap dirinya sendiri.

Related Post

%d blogger menyukai ini: