Jadwal Terapi Jus bagi Penderita Gerd

Saya jarang banget menuliskan tips dan trik atau hal-hal teknis saat menjelaskan solusi suatu hal, apalagi jika terkait masalah yang sangat penting misal seperti kesehatan atau pendidikan.

Bukan tanpa alasan, justru karena saya paham bahwa setiap orang telah di beri bekal oleh Allah akal sehat dan nurani sehingga mestinya memiliki kemampuan sendiri untuk mempelajari hal baru, kemampuan berpikir bebas untuk mencari solusi terbaik dan paling cocok bagi dirinya sendiri, dan ini bisa berbeda bagi tiap orang.

Sebenarnya hanya perlu distimulus aja agar why-nya yang paling kuat muncul, maka akan bisa bertumbuh sendiri dengan semua potensi yang sudah dimiliki.

Namun akhirnya saya sadari juga kalau tidak setiap orang bisa memahami konsep secara holistik dipikirannya. Beberapa teman ada yang hanya butuh diberitahu teknisnya aja, tidak mau mikir yang rumit-rumit. Dalam konteks kesehatan, pertanyaan yang sering diajukan adalah tentang jadwal makan dan jus. Prinsip mereka, beri saya jadwalnya akan saya lakukan sebaik mungkin.

Oleh karena itu, sharing kali ini tentang jadwal pola makan dan konsumsi jus yang pernah saya lakukan. Beberapa ODG juga sudah mempraktekkan jadwal terapi jus ini, dan hasilnya Alhamdulillah sangat signifikan pada perbaikan kesehatannya. Terapi jus ini juga bagus untuk mengatasi berbagai penyakit berat lainnya insyaAllah. Monggo dikunyah pelan-pelan. Semoga membantu.

BAGAIMANA JADWALNYA ?

Dimulai dari saat bangun tidur bacalah doa bangun tidur. Usahakan bangun minimal 15 menit sebelum adzan subuh. Lakukan sholat tahajud minimal 2 rakaat yang ditutup dengan sholat witir 1 rakaat. Berkomitmenlah untuk melakukan secara rutin setiap hari. Jika sudah mulai terbiasa maka tambahkan rakaat sholatnya, bangunnya juga lebih awal lagi misal 30 menit menjelang adzan subuh.

Sebelum sholat mulailah aktifitas anda dengan minum segelas air hangat plus jeruk nipis. Lalu secara berkala minumlah jus buah dari pagi hingga menjelang siang. Usahakan hanya menggunakan buah-buahan lokal yang sedang musim. Itu yang terbaik buat tubuh kita karena sangat kaya enzym. Boleh juga makan buah potong, tapi saran saya di jus aja.

Kenapa lebih baik di jus?

Karena orang yang sedang sakit berat kondisi ususnya pasti kotor, banyak sampah, sehingga kemampuan menyerap makanan sangat kurang. Apalagi pada ODG, ususnya dipenuhi gluten dan mikrovilli yang berfungsi sebagai alat penyerapan juga banyak dirusak gluten. Dengan dibuat jus, maka akan membantu usus untuk menyerap makanan dengan lebih mudah.

Jus bisa dibuat dari satu macam buah, atau di mix dengan 2-3 buah berbeda. Misal mangga, pepaya, nanas. Minum sebanyak 250-300 cc lalu secara berkala diminum lagi dengan porsi yang sama setiap 1,5 atau 2 jam.

Lalu makan siang.
Makan siang sebaiknya dilakukan setelah sholat dhuhur, agar lebih tenang saat makan, tidak terburu-buru karena menabrak waktu sholat. Untuk sementara waktu, usahakan non protein hewan dulu. Karbohidrat yang terbaik adalah nasi merah, namun bisa juga menggunakan singkong, kentang dan ubi-ubian lainnya. Lauknya tempe tahu, jangan dimasak menggunakan minyak atau santan. Makanlah dengan porsi secukupnya, cukup kenyang, agar tercukupi kebutuhan kalori untuk berkegiatan sehari hari.

Satu jam setelah selesai makan mulai minum jus wortel (bisa juga wortel + tomat). Bikin jus sebanyak 500cc (pure tanpa tambahan air) lalu minum @250cc, sisanya di taruh didalam tempat tertutup dan dimasukkan ke kulkas. Minum sisa jus tersebut 1 jam setelahnya. Jadi misal jam 1 siang minum jus, lalu jam 2 diminum lagi sisanya.

Kemudian bikin jus wortel + apel hijau (apel malang) sebanyak 1000cc (murni). Kenapa wortel dan apel hijau? Silakan gugling manfaat keduanya di internet. Saya memakai campuran jus keren ini setelah membaca buku Terapi Gerson. Minumlah secara berkala sebanyak 3 kali, misal di jam 3, jam 4, jam 5 sore.

Selanjutnya makan malam.
Makan malam bisa dilakukan setelah sholat maghrib. Biasanya menu makan malam saya seperti makan siangnya.

Satu jam setelah makan malam buatlah jus sayuran hijau sebanyak 750cc. Lalu minum sebanyak 3x @ 250cc di jam 7, 8, 9 malam. Sayuran yang digunakan adalah sayuran daun seperti berbagai macam sawi, brokoli, bayam, seledri, dll. Bisa juga ditambahkan tomat dan timun agar tidak terlalu langu rasanya. Atau dikucuri jeruk nipis.

                   ***

Sebagai catatan, terapi diatas saya tulis berdasarkan pengalaman pribadi. Semua yang saya tulis mohon disikapi sebagai saran, kalau anda merasa cukup masuk akal dan yakin bisa membantu mengatasi masalah kesehatan anda maka lakukanlah dengan penuh kesadaran. Namun jika anda tidak yakin maka skip aja, carilah advice kesehatan dari orang yang lebih anda percayai.

Rujukannya saya dapatkan dari berbagai sumber buku seperti :

  • The Miracle of Enzym dan serial lainnya (dr. Hiromi Shinya),
  • The miracle of Rawfood (Prof. Dr. Hwang sung joo MD, Ph.D),
  • Saya pilih sehat dan sembuh (dr Tan shot Yen),
  • Pencernaan sebagai kunci hidup sehat (Alice M Sirokie),
  • Food Combining itu gampang 1 & 2 (Erikar lebang)
  • The Gerson Therapy ( Charlotte Gerson & Morton Walker DPM)
  • Dan masih banyak yang lainnya yang tidak bisa saya sebutkan disini

Enema kopi penting, sebaiknya juga dilakukan secara rutin sebagai bagian dari terapi jus. Minimal sekali sehari, untuk membantu kerja liver agar lebih efektif mengeluarkan toksin hasil limbah metabolisme. Tentang enema kopi silakan baca tulisan saya disini yaa : https://www.facebook.com/1060616589/posts/10213102709776635/

Oh ya satu lagi, ingat bahwa semua ini hanyalah ikhtiar kita. Sedangkan hasil kembali ke Allah. Hanya Allah Ta’ala yang bisa menyembuhkan. Banyaklah berdoa agar diberikan Allah kesembuhan dan kesehatan.

Namun sadari juga, BUKAN doa anda yang membuat anda menjadi sehat kembali nantinya, BUKAN pula karena pola makan sehat yang anda jalani yang membuat anda akhirnya bisa sembuh, namun karena Allah Ta’ala telah BERKENAN untuk memberi kesembuhan dan kesehatan kepada anda maka DIA membimbing anda untuk berdoa dengan khusyuk dan disiplin menjalani pola makan sehat.

Salam sehat selalu
@Amirudin Sadja

Related Post

%d blogger menyukai ini: