Perbedaan Sakit Maag dan Gerd

“Saya dulu juga sakit maag, tapi gak lebay kayak gitu pak. Periih kembung sih biasa aja. Nggak tak rasa, nanti juga ilang sendiri… Lagian ini penyakit kan banyak yang ngalami, jadi selow aja gitu ngadepinnya. Yang penting jangan stress aja, soal makan sih pokoknya jangan telat, jangan makan pedes, kecut, coklat dan ngurangin kopi. Kalo lainnya sikat aja…

Emang kumat-kumatan sih, kalo kata dokterku, maag gak bisa sembuh total jadi harus jaga diri terus. Dan yang penting dirumah ada persiapan obat lambung dan pereda rasa nyeri,” si Otong nerocos menjelaskan penyakitnya saat saya menceritakan keluhan seseorang yang menderita sakit GERD

“Yaahh…situ sih sakitnya maag Tong, dan mungkin juga belom ampe parah ya, jadi bisa santai ngejalaninnya. Bedalah dengan yang sakit gerd.”

Trus apa dong beda gerd dengan maag…?

Kawans… mungkin pertanyaan yang sama juga muncul di benak anda. Apa perbedaan gerd dan maag? Ataukah sama saja?

Memahami kesehatan pencernaan dengan pendekatan kesehatan holistik berbasis enzym jelas akan BERBEDA sudut pandangnya dengan melihat dari kacamata konsep medis konvensional.

Bagi teman teman yang sudah membaca buku bukunya dr. Hiromi shinya dan buku-buku senada lainnya pasti sudah paham hal tersebut.

Semua yang saya sampaikan ini saya dapatkan pemahamannya dari mempelajari buku-buku kesehatan holistik, serta pengalaman saat mengobservasi diri, menjadikan diri sendiri sebagai laboratorium hidup saat sakit gerd, dan pengamatan pribadi saat mendampingi para penderita gerd. Katanya pengalaman adalah guru terbaik kan…hehe

Bisa dibilang Gerd itu Mbahe maag. Dalam banyak kasus, sensasinya berlipat lipat dibanding sakit maag. Jadi sangat wajar jika disebut penyakit 1001 sensasi, atau banyak yang bilang penyakit sejuta sensasi. Penanganan/perawatan sakit gerd juga relatif lebih sulit dan lebih lama dibandingkan sakit Maag.

Gerd atau leaky gut atau celiac disease atau apapun namanya tidak perlu kita bahas lagi secara detail di sini karena sudah sering saya bahas penyebabnya. Secara garis besar, gerd adalah penyakit yang diakibatkan GLUTEN, dimana orang pencernaan yang mengalami kerusakan paling berat adalah usus halus. Gluten secara aktif merusak vili vili usus yang menjadi alat penyerap nutrisi, sehingga menyebabkan fungsi serap terganggu yang kemudian mengakibatkan terjadinya malnutrisi. Kekurangan nutrisi inilah yang membuat terjadinya kekacauan metabolisme tubuh.

Pada penderita maag, kerusakan terjadi di lambungnya, namun belum sampai parah merusak usus halus, maka tidak mengganggu fungsi serap makanan di tubuh. Karena penyerapan masih relatif bagus maka tidak terjadi gangguan psikologis yang berarti sebab asupan nutrisi tubuh masih tercukupi.

Banyak yang mengatakan bahwa penyebab sakit maag itu karena sering telat makan. Menurut saya, justru semakin sering kita melaparkan diri maka semakin bagus untuk kesehatan tubuh. Akan terjadi proses Autofagi dimana sel-sel yang rusak, cacat, atau mati (yang jika di biarkan akan menjadi radikal bebas di tubuh) akan dimakan oleh sel-sel sehat yang sedang lapar. Semakin sering proses tersebut terjadi maka semakin bagus untuk kesehatan kita. Makanya puasa itu bagus, orang yang sering puasa insyaAllah akan sehat.

Saya sendiri sering dengan sengaja “menelatkan diri ” makan siang, kadang sampai waktu ashar makannya. Sarapan buah juga seringnya cuma sekali di pagi hari saat akan memulai aktifitas pagi. Alhamdulillah tubuh lebih bertenaga dan terasa lebih soft di pikiran.

Ada juga yang mengatakan kalau sakit maag jangan makan yang kecut, bisa melukai lambung. Padahal di banyak literatur (dan pengalaman pribadi) jeruk nipis dan lemon adalah salah satu obat terbaik untuk penderita maag lho. Banyak yang sudah membuktikannya. Konsumsi jeruk nipis secara teratur di pagi hari, atau di setiap minum jus sayur akan membuat tubuh semakin meningkat kesehatannya

Ada juga yang mengatakan kalau sakit maag jangan makan yang pedas. Menurut saya selama konsumsi cabenya wajar gak masalah koq. Cabai mengandung antibiotik alami bernama capsa icine, dan juga kaya dengan vitamin C. Jadi konsumsi cabai justru membantu menambah pasokan enzym tubuh. Namun ingat, cabe memang akan menjadi stimulus buruk buat lambung… kalau berlebihan!

Lalu apa penyebab utama sakit maag?

Penyakit yang mendapat julukan penyakit sejuta umat (saking banyaknya yang mengalami) ini terjadi akibat akumulasi pola makan yang salah selama bertahun tahun, antara lain :

1. Mencampur karbo dengan protein hewan

Sebagai mana yang sudah kita pelajari dalam konsep pola makan Food Combining, mencampur dua makanan ini dalam waktu lama akan menyebabkan kerusakan mukosa lambung karena lambung dipaksa bekerja keras secara terus menerus. Karbohidrat dan protein masing-masing memerlukan enzim pencernaan yang berbeda.

Sayangnya produksi kedua enzym ini tidak bisa terjadi bersamaan. Enzym amilase (berfungsi memecah karbohidrat) akan berhenti saat enzim pepsin (berfungsi memecah protein) dikeluarkan. Demikian juga sebaliknya, jika enzym pepsin keluar maka produksi enzym amilase berhenti. Akibatnya karbohidrat dan protein hewan di dalam lambung tidak dapat tercerna dengan baik. Ujung-ujungnya sebagian besarnya hanya menjadi sampah metabolisme, kurang bisa digunakan untuk perbaikan tubuh. Keadaan seperti ini yang terjadi berulang selama bertahun tahun akan menyebabkan kerusakan pada mukosa lambung. Maka terjadilah sakit maag.

2. Konsumsi protein hewan (daging dan ayam) yang berlebihan

Prohew adalah makanan yang berat di cerna lambung dan usus. Time transit daging 6-8 jam di olah dilambung, butuh waktu lama diolah agar turun ke usus. Sistem pencernaan akan bekerja ekstra keras. Protein merupakan senyawa organik kompleks yang mengandung karbon, hidrogen, oksigen, nitrogen dan kadangkala sulfur serta fosfor. Protein tidak serta merta mudah dicerna. Ia harus dipecah dulu supaya lebih sederhana. Proses itu membutuhkan alokasi energi yang besar. Keadaan yang seperti ini jika terjadi berulangkali selama bertahun tahun, dalam jangka waktu lama akan menyebabkan kerusakan mukosa lambung.

3. Minum setelah makan atau bersamaan dengan makan

Enzym pencernaan harus bekerja keras mengelola makanan jika lambung dalam keadaan encer (penuh air). Ini menyebabkan pengolahan makanan di lambung tidak bisa sempurna. Dalam jangka waktu lama ini juga akan menyebabkan terjadinya kerusakan lambung.

4. Kurang lama mengunyah

Kebiasaan kita – termasuk saya- adalah malas untuk mengunyah makanan sampai menjadi bubur di mulut. Padahal dengan dikunyah lama, makanan akan menjadi lembut sehingga mudah diolah dilambung. Enzym di ludah yang membantu proses cerna di lambung juga akan keluar maksimal sehingga proses cerna di lambung menjadi efektif.
Idealnya, karbohidrat yang dimakan adalah karbohidrat yang masih mengandung enzym seperti nasi merah. Sebab enzym yang masih terkandung pada nasi merah akan mempermudah proses pengolahan makanan di lambung.

5. Makan buah / minum manis setelah makan berat

Menjadi kebiasaan kita selama ini yang sudah diwariskan turun temurun, untuk makan hidangan pencuci mulut berupa buah setelah makan nasi. Buah yang time transitnya cepat (sekitar 20-30 menit di lambung) tidak bisa masuk ke usus karena terhalang makanan berat yang sudah dimakan terlebih dahulu.

Nasi butuh waktu cerna 4-6 jam di lambung baru turun ke usus.
Buah yang berada di atas nasi, tidak bisa turun karena akan mulai meleleh karena suhu tubuh yang panas (37•c) akan membusukkannya.
Ini menyebabkan buah mengalami kebusukan dan membusukkan makanan berat di bawahnya. Maka terjadilah fermentasi, gas mulai diproduksi di lambung, sehingga sensasi begah sering dirasakan. Makanan juga tidak bisa tercerna secara sempurna di lambung. Keadaan seperti ini yang berlangsung secara terus menerus selama bertahun tahun akan membuat terjadinya kerusakan di lambung (sakit maag)

6. Gluten

Bagi beberapa orang, secara genetik ususnya kuat dengan efek toksik gluten, maka gluten hanya berpengaruh pada sebagian organ pencernaan seperti lambung. Lambung akan terasa tidak nyaman karena meradang/luka, namun tidak terlalu berpengaruh ke usus. Pada orang orang seperti ini yang terjadi justru usus menyerap gluten, menyebarkannya keseluruh tubuh lewat pembuluh darah mengisi berbagai organ vital di tubuh, sehingga menyebabkan terjadinya berbagai penyakit autoimun. Penyakit yang saat ini masih di anggap misterius oleh kedokteran medis

7. Kurang asupan makanan sehat berupa buah buahan dan sayuran mentah

Kurang asupan makanan sehat berupa buah buahan dan sayuran mentah sehingga tubuh minim asupan serat dan enzym. Kekurangan enzym membuat banyak kelemahan pada kemampuan kerja organ tubuh. Organ penting terutama pencernaan akan mudah sakit jika kondisinya lemah

 

Sebagai tambahan, karena tubuh kita holistik dimana semua saling terkait, saling terhubung, maka pikiran dan perasaan kita juga memberi sumbangan terhadap kerusakan pada lambung. Pikiran yang sering negatif akan menstimulus lambung untuk mengeluarkan asam lambung berlebih. Ini juga akan bisa menyebabkan penyakit maag.

Dan Sebaliknya, kerusakan pencernaan akibat pola makan yang salah juga akan berefek kepada kondisi pikiran, mood, dan perasaan yang buruk sebagaimana yang terjadi pada banyak penderita gerd.

 

Baca Selanjutnya : Kecemasan Dari Pencernaan Lho..

Tinggalkan komentar

%d blogger menyukai ini: